Ensiklopedia Doktor Chenta

Wednesday, 8 August 2012

monolog : SYIRIK CINTA

  Selalu kita diingatkan agar tidak syirik. Ada apa dengan syirik? Syirik itu menduakan Allah. Menyembah selain Allah. Ia dinobatkan sebagai raja segala dosa besar. Dosa yang tak mampu diberi ganti rugi untuk membeli keampunan Allah.
Mengambil sesuatu yang selain daripada Allah SWT sebagai sumber kecintaan paling utama dalam hidup bererti menggantikan tempat Allah SWT dengan selain-Nya. Allah SWT mendedahkan kepada kita di dalam Al-Quran,
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu  mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (Surah Al-Baqarah: ayat 165).
Para ulama’ ketika membincangkan ayat ini menyebut tentang kesyirikan dalam cinta atau ia digelar sebagai syirkul mahabbah. Manusia menduakan cinta kepada Allah dengan makhluk seangkatan dengannya.
Bagaimana dengan cinta kita kepada makhluk saat ini? Adakah ia sedang menjadi alat untuk kita lebih dekat kepada Allah? Atau adakah ia sedang menjadi matlamat yang kita damba-dambakan sehinggakan melupakan Allah? Semakin besar cintamu kepada Allah, semakin kecil nilai makhluk di hatimu, apatah lagi untuk menjadikannya tandingan kepada Allah untuk diangau-angaukan.
Ketika cinta berkuasa, diri menjadi bingung. Gundah-gulana. Resah melanda. Banyak urusan tergendala. Apa yang dibuat serba tak kena. Merebak rasa malas. Membarah rasa segan jika orang tahu tindakan yang pernah dilakukan. Maksiat demi maksiat mula meratah iman dan kesedaran. Menyimbah nur dengan kegelapan. Hati menjuih tatkala mendengar kebenaran.
Aduhai hati, takutlah pada syirik cinta! Jangan tipiskan sensitivitimu wahai hati kerana aku tak sanggup memiliki hati yang mati.

Kenal pasti dahulu tahap kesediaanmu wahai remaja.Dirimu sedang sibuk bergelumang dengan pelajaran kan?Dirimu belum bersedia untuk berumah tangga kan?Dirimu sedang mempersiapkan diri kan?Dirimu sedang mengutamakan prioriti yang lebih urgensi kan?Kalau dirimu dalam situasi ini, jadikan ujian cinta ini sebagai lubuk pahala apabila kau perisaikannya dengan mujahadah. Apabila ‘angau’ bertandang, cepat-cepatlah beristighfar kepada Allah.

1 comment:

Khair said...

sangat setuju dengan kenyataan di atas...kejarlah cintaNya sebelum cinta si dia...terima kasih atas kunjungan saudari...jika ada masa,jemput singgah lagi ye..saya follow sekali. (^^,)